Tersangka Kasus Korupsi Bansos ‘Melon’ tak Kunjung Ditahan

  • Whatsapp
Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan, saat konferensi pers di Kantor Kejari Purwokerto, Selasa (9/3/2021) malam. HESTEK/Dedy

PURWOKERTO, hestek.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto belum juga melakukan penahanan atas dua tersangka dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 miliar.

Kedua orang yakni berinisial AM (27) dan MT (27) warga Cilongok ditetapkan tersangka, Rabu (17/03/2021) lalu dan saat ini keduanya masih menjalani tahanan rumah.

Bacaan Lainnya

Kasi Pidsus Kejari Purwokerto, Nilla Aldriani mengatakan, berdasarkan aturan Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham dalam masa pandemi ini, penahanan atas tersangka baru akan dilakukan jika kasus sudah dilimpahkan ke pengadilan atau dengan adanya penetepan hakim.

“Karena masih pandemi Covid, ada surat dari Dirjen Pas jika rutan hanya menerima tahanan setelah dilimpahkan ke pengadilan atau dengan adanya penetapan hakim,” katanya, Senin (22/03/2021).

Pertimbangan lainnya, kata dia, kedua tersangka juga masih bersikap kooperatif. Meski begitu, ia menjamin proses hukum atas kasus ini akan terus berjalan.

Selain itu, menurut dia kedua tersangka juga bersikap kooperatif. “Proses hukum terus berjalan. Tersangka juga kooperatif,” katanya.

Sebelumnya, dengan sejumlah bukti yang berhasil dikumpulkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, AM (26) dan MT (37) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 miliar.

Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan 48 kelompok tani itu, diduga digunakan untuk membangun green house di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum hestek.id, green house tersebut rencananya untuk budidaya buah melon. Saat ini, delapan unit green house yang sudah berdiri sudah dipasangi garis larangan melintas milik Kejaksaan RI. (Anas Masruri)

Pos terkait