Tidak Bayar e-Tilang, Siap-Siap STNK Diblokir Polisi

  • Whatsapp
Kasatlantas Polres Purbalingga, AKP Fadli. HESTEK/Gilang

PURBALINGGA, hestek.id – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sudah diberlakukan di Purbalingga sejak, Selasa (23/3/2021). Dengan sistem penilangan baru ini, pelanggaran lalulintas oleh pengendara langsung terekam melalui kamera dan kopek yang dipasang di helm ataupun kendaraan petugas.

Kasatlantas Polres Purbalingga, AKP Fadli menyampaikan, melalui rekaman video itu nantinya pelanggar akan diidentifikasi melalui plat nomor yang tertera. Setelah itu akan diberikan surat pemberitahuan ke alamat pemilik kendaraan. Dengan begitu, maka penindakan secara langsung di jalan sudah ditiadakan.

Bacaan Lainnya

“Setelah pelanggar teridentifikasi datanya, petugas akan membuat surat konfirmasi dan verifikasi yang dikirimkan ke alamat rumah pelanggar lengkap bersama foto bukti pelanggaran. Waktu pengiriman diestimasikan tiga hari setelah pelanggaran,” ujarnya.

Pemilik kendaraan akan diberikan waktu tujuh hari, untuk mengkonfirmasi kebenaran terkait pelanggaran yang terekam melalu bukti foto yang tercantum. Selanjutnya, pelanggar akan diberi kesempatan untuk membayar denda di bank.

“Pemilik kendaraan diberi kesempatan untuk mengkonfirmasi kebenaran terkait bukti pelanggaran. Karena bisa jadi pelanggar yang terekam, merupakan pembeli motor tangan kedua atau orang yang meminjam kendaraan. Dengan demikian, status dan identitas pelanggar bisa teridentifikasi,” kata dia.

Jika sampai batas waktu tidak ada konfirmasi dari pemilik kendaraan, maka STNK kendaraan akan diblokir melalui sistem. Dengan begitu, pelanggar tidak dapat memperpanjang STNK sebelum membayar denda tilang.

“Jadi nanti waktu mau perpanjangan atau mengurus keperluan lain yang menggunakan STNK, diketahui ada akumulasi pelanggaran yang harus dibayarkan,” katanya.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya proses balik nama, saat ada transaksi jual beli kendaraan.

“Untuk menghindari proses panjang saat mengurus keperluan yang menggunakan STNK, masyarakat diimbau untuk segera mengurus proses balik nama. Hal tersebut juga dimaksudkan agar tidak terjadi masalah saat kendaraan disalah gunakan,” ujarnya. (CR2)

Pos terkait