MAKASSAR, HESTEK.id – Badai sedang melanda dunia crypto. BTC telah mengalami penurunan signifikan setelah menembus angka 290 juta di akhir tahun 2017. Sampai saat ini nilai BTC masih bertengger di harga 152 juta setelah mengalami koreksi harga kesekian kalinya. Sabtu,(27/1).

Penurunan nilai BTC dikabarkan karena beberapa aturan di negara seperti China dan Korea Selatan yang menerapkan pembatasan serta pajak yang tinggi untuk setiap transaksi.

Di Indonesia sendiri, dikutip dari laman Kompas, Sri Mulyani menyerahkan keputusan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sebagai instrumen investasi. tetapi, sebagai alat pembayaran, pemerintah masih mengacu pada ketentuan perundang – undangan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam Undang Undang tersebut, dijelaskan bahwa mata uang yang diakui oleh negara adalah rupiah.

Namun di saat terjunnya nilai bitcoin dan hiruk pikuk perdebatan tentang mata uang virtual ini, Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia percaya diri dalam meluncurkan tokenomy.

Tokenomy adalah platform untuk melakukan tokenisasi produk apapun baik untuk keperluan crowdfunding, loyalty point, donasi atau keperluan lainnya. Tokenomy bertujuan untuk membuat financial inclusion dan memberikan akses kepada siapa saja untuk terhubung dengan jaringan alternative funding dan innovasi global. Dengan Tokenomy semua asset dapat di blockchain kan dengan sangat mudah.

Tokenomy (TEN) bekerjasama dengan vip bitcoin indonesia yang merupakan digital asset exchange terbesar di asia tenggara dibawah kepemimpinan Oscar Darmawan. Dengan kerjasama ini maka token yang dimiliki dapat diakses oleh lebih dari 500,000 investor dan trader yang terdaftar sebagai member di vip bitcoin indonesia.

TEN dibuat berdasarkan ERC-20 token pada blockchain Ethereum dengan type Utility token. TEN merencanakan penjualan 110 juta token dengan menggunakan tiga tahap. Penjualan resmi TEN telah dimulai tanggal 8 januari 2018 dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Pre ICO ( 8 – 15 Januari 2018 )
Total token yang tersedia sebanyak 40 juta TEN dengan harga 1 BTC untuk menebus 80 ribu TEN. Atau sekitar 0.0125 BTC untuk membeli 1000 TEN.

Token didistribusikan ke investor pada tanggal 20 Januari 2018. Diketahui, penjualan tahap Pre-ICO sapu bersih dalam hitungan menit. Beberapa investor lokal bahkan tidak mendapatkan TEN pada tahap Pre-ICO. Tokenomy menerapkan minimum pembelian 0.5 BTC.

2. ICO ( 15 Januari – 5 Februari 2018 )

Pada ICO harga pembelian lebih mahal dari pada harga saat pre ICO yaitu menjadi 60,000.000 TEN dihargai 1 BTC. Atau setara dengan 0.0167 BTC untuk membeli 1000 ETN.

Tahap ICO juga sold out kemarin, 26 Januari 2018 dengan minimum pembelian 0.5 BTC. Dengan minimum pembelian tersebut, beberapa investor lokal menggunakan konsorsium (belanja bersama pada satu akun) untuk memenuhi minimum pembelian yang di terapkan.

Masa ICO token yang disediakan sebanyak 60 juta TEN dan didistribusikan pada tanggal 20 Februari 2018.

3. Post ICO ( 5 Februari – 12 Februari 2018 )

Pada post ICO token yang tersisa tinggal 10 juta TEN yang dihargai dengan 1 BTC untuk membeli 40 ribu TEN. Harga lebih mahal dari masa pre ICO dan masa ICO dan akan didistribusikan kepada investor pada tanggal 1 Maret 2018.

Investor tokenomy di dominasi oleh enam negara yakni Indonesia, Jepang, Singapura, Inggris, Amerika dan Rusia. Beberapa investor lokal meyakini nilai TEN akan tembus di harga $20 akhir tahun ini.  (Riadi Mappahata)