Untuk Saat Ini, Bunda Melon Masih Aman. Kejari Belum Tetapkan Tersangka Baru

  • Whatsapp
Karikatur 'Bunda Melon' sosok yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual dalam kasus Bansos Melon. HESTEK.ID/istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto belum juga menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI.

Kajari Purwokerto, Sunarwan mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan proses pemberkasan di penyidik untuk dua tersangka yang sudah ditetapkan.

Bacaan Lainnya

“Soal adanya kedekatan dengan anggota DPR atau ada afiliasi politik sejauh ini kami belum ada alat bukti yang mengarah ke sana. Belum ada tersangka lain. Sementara dari alat bukti memang baru dua tersangka itu,” katanya.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Menurutnya, pemberkasan dua tersangka AM (26) dan MT (37) akan diselesaikan segera. Setelahnya baru dilimpahkan ke penuntut umum.

Dalam kasus ini, Sunarwan menampik kabar yang mengatakan adanya kesepakatan antara kelompok tani dan dua tersangka.

“Dari alat bukti yang didapat, mereka diminta bukan menyerahkan. Namanya diminta kan berbeda dengan menyerahkan. Tujuan proposal yang dibuat juga berbeda,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah bantuan turun ke kelompok tani langsung diminta dua tersangka untuk membangun green house melon. Sementara petani dijanjikan hanya mendapat 40 persen dari pendapatan.

“Jadi yang mengelola bukan petani, kelompok petani hanya akan diberikan keuntungan 40 persen. Ya kalau untung kalau tidak bagaimana?” katanya.

Padahal tujuan dari bantuan ini, adalah pemberian modal bagi masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sehingga mengurangi pengangguran karena dampak pandemi Covid-19.

“Ini kan nggak sesuai. Tujuan ini kan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat di masa pandemi bagi pengangguran dan setengah menganggur. Sedangkan ini akan dikelola pihak ketiga,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Banyumas Tegakkan Keadilan (KOMBATAN) menggelar aksi dan mendesak Kejari Purwokerto untuk secepatnya mengungkap aktor intelektual di balik kasus tersebut.

Meski tidak diungkapkan secara lugas, Kombatan secara tersirat memberikan sedikit indikasi terkait siapa yang mereka curigai sebagai aktor intelektual. Misalnya dengan menyebut orang yang mereka curigai dengan sebutan ‘Bunda Melon’. (anas masruri)

Pos terkait