PANGKALPINANG, Hestek.id – Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah untuk ke sekian kalinya memimpin rapat pencegahan dan penanganan stunting bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (pemprov) Babel.

Dalam rapat kali ini, Wagub meminta sekaligus menegaskan kepada Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Babel yang menangani stunting untuk turun langsung ke lapangan guna menangani permasalahan stunting yang terjadi di sejumlah Kabupaten dan Kota di Babel.

“Kita harus turun, untuk menginventarisir data stunting. Kumpulkan masyarakat dan aparatur di desanya,” kata Wagub, saat memimpin rapat pencegahan dan penanganan stunting, di Ruang Rapat Wagub Lantai I Kantor Gubernur Babel, di Air Itam Pangkalpinang, Selasa (7/5/2019).

Dijelaskan Wagub, tujuan OPD turun langsung ke Kabupaten dan Kota, guna mendapatkan data yang valid di daerah-daerah yang terkena stunting.

“Kalau sudah ada data, itu akan lebih mudah lagi mengambil langkah-langkah berikutnya,” ujar Wagub.

Dalam rangka mencegah dan menangani stunting, ditambahkan Wagub, diperlukan data data yang akurat, baik itu data yang sudah terkena stunting maupun data yang belum atau masih proses stunting.

“Yang sudah kena stunting harus dapat penanganan juga, dan yang belum kita lakukan pencegahan dengan memberikan asupan gizi. Ya, dalam kadungan yang masih 0 tahun, di atas dua tahun tetap dilakukan penanganan stunting, agar SDM kita lebih baik,” tegas Wagub.

Oleh sebab itu, lanjut Wagub, nantinya OPD terkait Pemprov Babel pada saat terjun ke lapangan mengundang dan mengunjungi serta melibatkan unsur masyarakat, Kades, Penghulu, untuk menjelaskan penyuluhan mengenai stunting.

Dalam rapat yang turut diikuti Kepala DPMD Babel, Yuliswan, Kepala Dinas Kesahatan Babel, Mulyono, dan Kepala Bappeda Babel ini, Wagub berharap, nantinya permasalahan penanganan stunting akan ditindaklanjuti terus, salah satunya di Musrenbangdes 2020 mendatang.

“Penanganam stunting harus dilakukan juga pada ibu-ibu hamil, misalnya dinas kesehatan harus memperhatikan kesehatan ibu hamil dan perlu penganggaran,” ungkap Wagub.

Atas instruksi tersebut, Yuliswan selaku Kepala DPMD Babel menyatakan Ia bersama OPD yang hadir sesegera mungkin melakukan perencanaan untuk turun langsung ke lapangan.

“Kita tentukan saja jadwal kunjungan ke Kabupaten dan Kota, salah satunya ke Bangka Selatan, kita jadwalkan Kamis ini, ngundang Aparatur Desa, Posyandu dan PKK,” kata Yuliswan yang di iyakan oleh Mulyono Kepala Dinkes Babel.

Pihak DPMD kata Yuliswan, sudah melakukan kunjungan, namun kunjungan kali ini lebih intens lagi, secara keseluruhan ke Kabupaten dan Kota dengan tujuan meminta dan  menginventarisir terhadap akurasi data stunting, karena ini yang pada akhirnya untuk menentukan anggaran dana desa atau provinsi.*