Warga Banyumas Masih Malas Pilah Sampah, Akhirnya Pemkab Bikin Enam TPST

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Achmad Husein, saat meninjau ujicoba pengoperasian mesin Pirolisis di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, beberapa waktu lalu. Hestek/Dedy

PURWOKERTO,hestek.id – Sejak kemarin, (19/1/2021) enam Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Banyumas mulai dioperasionalkan.

Junaidi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas mengatakan, TPST baru di beberapa lokasi itu dibangun dengan dana APBN.

Bacaan Lainnya

“Sekarang kita punya TPST di Rempoah Baturraden, Cilongok, Pekuncen, Banyumas, Rawalo dan Sokaraja,” katanya.

Keenam TPST tersebut sudah selesai sejak pertengahan Januari dan sudah diserahkan pengelolaanya kepada Pemkab Banyumas. Selanjutnya pemkab akan mengoperasionalkannya melalui KSM atau BUMDes.

“Melalui TPST, sampah diolah dari sumbernya sehingga tidak ada lagi yang dibuang di TPA,” kata Junaidi.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menilai, pembangunan TPST efektif mengatasi permasalahan sampah di Banyumas.

Pembangunan TPST juga dilatarbelakangi adanya penolakan di sejumlah tempat, saat menentukan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA).

Ia meminta kepada pengurus KSM maupun BUMDes sebagai pengelola TPST agar dapat mengelola sampah dengan melakukan pemilahan, yakni sampah organik dan sampah plastik.

“TPST sudah dilengkapi dengan 3 mesin, yakni mesin pencacah, pemilah, dan pengolah residu. Sampah organik bisa didaur ulang menjadi kompos atau dijadikan makanan magot. Sedangkan sampah plastik, dipilah yang masih bisa didaur ulang, sisanya baru dibakar,” katanya.

Menurutnya, pemilahan sampah harusnya bisa dilakukan mulai dari rumah tangga. Tapi setelah uji coba sekian lama, sedikit sekali yang sadar dan mau melakukannya.

“Sekarang pemilahan dilakukan di TPST. Harapannya, sudah tidak ada lagi sampah karena sisa pembakaran nanti jadi abu,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait