Warga Korban Pencemaran di Karangmanyar Harus Bersabar, Hasil Lab Tak Bisa Keluar Cepat

  • Whatsapp
Lima bulan setelah mendapat laporan, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga baru turun ke lokasi pencemaran. HESTEK.ID/gilang grahita

PURBALINGGA, hestek.id – Warga Kelurahan Karangmanyar, khususnya RT 05 RW 03 yang jengah lantaran irigasi di lingkungan mereka tercemar agaknya masih harus bersabar. Sebab, setelah menunggu lima bulan sampai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purbalingga turun memeriksa lokasi, mereka masih harus menghabiskan waktu sampai hasil laboratorium sampel air keluar.

Kasi Pengaduan Penyeleseian Sengketa dan Penegakan Hukum Lingkungan (PPSPHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Supriyanto mengakui, pemrosesan sampel tak bisa dilakukan dengan cepat. Sebab, fasilitas di laboratorium DLH Purbalingga dinilainya kurang memadai.

Bacaan Lainnya

“Pengujian sampel ini kami tidak bisa memastikan akan berapa lama, karena fasilitas di tempat kami kurang memadai sehingga nantinya akan dikirim dulu ke laboratorium yang ada di Semarang,” katanya.

Dari tingkat kekeruhan air yang berwarna hitam pekat, dia menyimpulkan bahwa pencemaran air sangat dimungkinkan akibat pembuangan dari pabrik rambut palsu yang ada di Purbalingga.

Sebut PT Boyang Industrial

“Dari kasus yang sudah-sudah kemungkinan ini dari PT Boyang Industrial, cuma ini kan dugaan sementara. Kami masih harus menunggu hasil dari pengujian sampel di laboratorium. Kami harus mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata dia.

Dia menambahkan, sebelumnya memang ada kasus serupa di daerah Karangmanyar. Tepatnya, pada tahun 2015 pencemaran air sungai akibat tumpahan limbah dari PT Boyang mencemari kolam ikan milik warga Karangmanyar.

Sebelumnya diberitakan, lima bulan dilapori soal pencemaran aliran air di Kelurahan Karangmanyar, Purbalingga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat akhirnya turun ke lokasi, Jumat (19/03/2021).


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Kasi Pengaduan Penyeleseian Sengketa dan Penegakan Hukum Lingkungan (PPSPHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Supriyanto mengaku langsung menindaklanjuti laporan warga. Meskipun, laporan awal sudah disampaikan sejak bulan Oktober 2020 lalu.(gilang grahita)

Pos terkait