Wow! Akan Ada Hamparan Purba ‘Jurasic Park’ di Kebumen, Begini Penampakannya

  • Whatsapp
Gambar 3D rencana pembangunan Geodiversitas di Desa Karangsambung yang merupakan Kawasan GNKK. HESTEK/Istimewa

KEBUMEN, hestek.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen merencanakan pembangunan Geodiversitas di Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung. Proyek pengembangan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) ditaksir menelan anggaran ratusan miliar rupiah.

“Rencana gedung di Karangsambung dengan anggaran Rp 145 M, multi years, tahun 2021 digelontor Rp 85 miliar, kekurangan di 2022,” terang Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz melalui aplikasi percakapan, Selasa (9/2/2021).

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, Azam Fatoni mengatakan, kawasan ini rencananya digarap di tanah seluas 1,4 hektar. Pihaknya secara bertahap melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pembebasan lahan.

“Kita sudah sosialisasi ke masyarakat. Dalam proses hasil apraisal dari Yogyakarta,” ungkapnya.

Azam mengungkapkan, pembangunan akan dimulai tahun ini. Peningkatan infrastruktur penunjang di kawasan GNKK juga dibutuhkan agar pengunjung nyaman menikmati hamparan alam dan pertunjukan seni budaya.

“Kita memberi lahan agak luasan agar pengembangan mudah. Saya berkeinginan Geopark ini menjadi eduwisata,” ungkapnya.

Geodeversitas tersebut nantinya bakal dilengkapi menara pandang agar para pengunjung lebih leluasa melihat secara langsung kekayaan alam Kebumen dan juga fasilitas pendukung lain.

Bersamaan dengan itu, Disporawisata juga akan mendorong masyarakat sekitar untuk membuka rumah singgah atau homestay. Sehingga masyarakat di sekitar Geopark dapat menikmati dampak ekonomi langsung dari para pengunjung.

“Ya ada amphiteater ada juga menara pandang karena ketika berdiri ke barat ada hamparan gunung. Jadi tidak hanya lihat batu juga tapi ada atraksi termasuk masyarakat bisa berjualan dan membuka homestay,” kata Azam.

Geopark ini, kata Azam, berkonsep konservasi. Keberadaan wisata baru akan mendorong masyarakat lokal yang selama ini menambang batu agar mengubah halauan dalam mencari nafkah.

“Dalam rangka penyelamatan alam disana juga. Kalau tidak dibeli kita akan ditambang terus,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kebumen, Bambang Sutrisno mendukung penuh pengembangan GNKK. Terlebih ada nilai konservasi dalam pembangunan amphiteater tersebut.

“Itu bagus karena disana ada bahan edukasi mengenal apa sih Geopark,” ucapnya.

Politisi dari PDIP itu menekankan, Pemkab Kebumen juga tak boleh abai dalam infrastruktur jalan untuk akses kawasan wisata GNKK. Lebih dari itu, keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta juga menjadi peluang yang harus ditangkap.

“Bandara sudah beroperasi, mestinya jalan yang terkoneksi antar kabupaten melalui kecamatan di wilayah utara segera terealisasi,” tutupnya. (M Hafied)

Pos terkait