Yoga Sugama: Soal KONI, Wajar Kalau Pemilihannya Kacau, Wong Prosesnya Saja Cacat Hukum

  • Whatsapp
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ketua Umum KONI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas melakukan rapat, Selasa (3/2/2021). HESTEK/istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Dinamika pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas tahun ini makin kacau. Setelah Anggota Tim Penjaringannya bubar, kini giliran proses pemilihannya yang disebut cacat hukum.

“Kalau lihat AD/ART KONI, pemilihannya sekarang tidak sesuai,” kata Direktur Eksekutif Pusat Informasi dan Jaringan Rakyat (Pijar) Purwokerto, Yoga Sugama, Selasa (02/03/2021).

Bacaan Lainnya

Yoga mengatakan, meski tim penjaringan bubar, yang terjadi saat proses kacau kemarin harus jadi bahan evaluasi. Satu di antaranya adalah  soal prosedur dalam tahapan penyelenggaraan Musyawarah Organisasi Kabupaten (Musorkab) Banyumas yang rencananya akan digelar 7 Maret.

Ia menyebut, dalam Bab V tentang Musyawarah dan Rapat, lebih spesifik dalam pasal 35 ayat 3 poin b, panitia Musorkab KONI tidak melakukan tahapan sesuai aturan.

Ada dua item dalam poin b tersebut. Pada item pertama disebutkan, pemberitahuan tentang pelaksanaan Musorkab/Musorkot dilakukan secara tertulis dan dikirimkan ke setiap anggota yang berhak untuk mengikuti Musorkab/Musorkot sekurang-kurangnya 14 hari kalender pelaksanaannya.

Pada item kedua dijelaskan, bahan-bahan tertulis yang akan dibahas dan diputuskan dalam Musorkab/Musorkot wajib dikirimkan kepada setiap dan seluruh peserta sekurang-kurangnya tujuh hari kalender sebelum pelaksanaan.

“Namun, dalam surat yang dilayangkan KONI kepada pengurus kabupaten (pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) tertanggal 23 Februari 2021. Artinya ini tidak sesuai dengan AD/ART karena melebihi batas yang ditentukan,” katanya.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Yoga mewanti-wanti, tim penjaringan yang terbentuk nanti harus lebih patuh dengan AD/ART KONI. (Anas Masruri)

Pos terkait