40 Pegawai Kantor Kecamatan Purbalingga Kota Diperiksa Kejaksaan, Diduga Korupsi Ratusan Juta Uang Negara

  • Whatsapp
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purbalingga, Syaifudin saat memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan APBD di Kantor Kecamatan Purbalingga, Jumat (12/3/2021). HESTEK/istimewa

PURBALINGGA, hestek.id – Kejaksaan Negeri Purbalingga, mengusut dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan APBD di Kantor Kecamatan Purbalingga.

Kepala Kejaksaan Negeri Purbalingga, Syaifudin mengatakan, dari hasil penyelidikan tim menemukan adanya anggaran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan senilai Rp 334 juta.

Bacaan Lainnya

“Ada pengelolaan APBD 2017-2020 yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya mengelola, kemudian pertanggungjawabannya juga fiktif,” ujar Kajari Purbalingga, Syaifudin, Jumat (12/3/2021).

Menurutnya, Kejari Purbalingga mendapat laporan masyarakat melalui pengaduan secara online, Radu Bangga, di aplikasi layanan pengaduan masyarakat Kejari Purbalingga. Atas laporan tersebut, Kejari Purbalingga menugaskan tim untuk menyelidikinya.

“Hari ini, 12 Maret 2021, saya tanda tangani surat perintah penyidikan. Saksi yang diperiksa kemungkinan ada sekitar 40 orang,” katanya.

Dalam waktu dekat, Kejari Purbalingga bakal menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi, jadwal penyitaan, hingga penggeledahan.

“Saksi-saksi yang akan diperiksa dari kecamatan dan kabupaten, kemudian ada juga pihak ketiga yang menjadi mitra kerja kecamatan,” ujarnya.

Sejauh ini, Kejari Purbalingga belum bisa menetapkan tersangka. Melalui serangkaian tahapan, baru akan diketahui berapa kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Kajari menargetkan sekitar dua bulan, tidak menutup kemungkinan adanya potensi penambahan kerugian negara. Dana yang diselewengkan adalah dana di luar pos gaji pegawai, yaitu anggaran operasional, pengadaan barang kebutuhan perkantoran, dan lainnya,” ujarnya. (Gilang Grahita)

Pos terkait