Dua ABG Kakak Beradik di Sumbang, Diperkosa Kakak Iparnya

  • Whatsapp
Ditemani penasehat hukumnya, tersangka AC (23) warga Kecamatan Sumbang, sedang dimintai keterangan unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas. HESTEK/Istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Seorang penjahat kelamin berinisial AC (23), warga Kecamatan Sumbang ini, akhirnya berurusan dengan unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas.

Polisi menjemputnya, akibat kelakuan bejatnya menodai dua orang kakak beradik gadis di bawah umur berinisial SOV (12) dan ME (16) yang juga warga Kecamatan Sumbang.

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry mengatakan, kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap gadis di bawah umur itu terjadi sekitar Maret dan April 2019 silam di wilayah Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Pelaku AC diamankan polisi pada, Jumat (5/3/2021), setelah mendapatkan laporan dari orangtua kedua korbannya yang kini berstatus mertuanya.

“Saat ini hubungan antara kedua korban dengan pelaku AC, adalah kakak ipar. Tapi pada saat kejadian, pelaku belum menikah dengan kakak kedua korban itu,” ujarnya.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh SAR (47) orangtua kedua korban, karena Januari 2021 lalu ME baru bercerita bahwa sekitar Maret dan April 2019 lalu, dia dan adiknya SOV disetubuhi oleh pelaku.

Dari keterangan yang bersangkutan diceritakan, awalnya AC bertamu ke rumah korban untuk menemui kakak korban. Melihat korban sedang berada di rumah sendirian, tersangka menarik ME yang sedang menonton TV ke kamar tidur.

Selanjutnya ME didorong hingga jatuh di tempat tidur, kemudian tersangka membuka baju dan celana korbannya dan menyetubuhinya sambil menutup mulut dengan tangan supaya tidak berteriak.

Mendapat cerita tersebut, orangtua korban dan kedua korban langsung mendatangi rumah AC untuk memastikan kebenarannya.

“Pelaku akhirnya mengakui sudah menyetubuhi SOV dan ME. Atas kejadian itu, SAR melaporkan menantunya ke Polresta Banyumas,” katanya.

Saat ini AC beserta barang bukti berupa satu potong kaos warna merah putih hitam, satu potong celana pendek warna hitam, satu potong celana dalem warna pink dan satu potong kutang berwarna merah, diamankan di Mapolresta Banyumas.

Atas perbuatan tersebut, pelaku AC dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pos terkait