Implementasi Tanggung, Husein Dianggap Kurang Pahami Tujuan “Jateng Di Rumah Saja”

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, saat meninjau Pasar Sokaraja, beberapa waktu lalu. HESTEK/Anas Masruri

PURWOKERTO, hestek.id – SK Gubernur Jawa Tengah tentang Jateng di Rumah Saja menjadi buah bibir khalayak ramai. Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein pun mengaku siap melaksanakan kebijakan besutan Ganjar Pranowo ini.

Pun demikian, ada beberapa poin kebijakan Husein yang berbeda dengan apa yang diungkapkan Ganjar. Jika Gubernur menyatakan pasar akan ditutup, Husein mengungkapkan pendapat yang berbeda. Ia menegaskan pasar tidak akan tutup karena alasan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Hal ini pun mendapatkan kritik pedas dari sejumlah elemen masyarakat. Yoga Sugama, Direktur Eksekutif LSM PIJAR (Pusat Informasi Jaringan Rakyat) adalah salah satu yang angkat bicara. Menurutnya, jika hendak mengimplementasikan kebijakan Gubernur, maka Husein juga harus total, jangan setengah-setengah.

Nek wani aja wedi-wedi, nek wedi aja wani-wani. Itu baru Wong Banyumas,” kata dia, Rabu (3/2/2021).

Ia berargumen, pasar merupakan tempat yang dikunjungi banyak orang. Oleh karenanya, jika akan mengadopsi kebijakan Ganjar, Husein juga harus menutup pasar.

“Sekarang kan Pemkab (Banyumas, red) seperti kurang paham dengan tujuan Jateng di Rumah Saja,” kata dia.

Jika tidak mengambil tindakan yang sama dengan Gubernur, lanjut Yoga, maka Banyumas bisa dikatakan sebagai kabupaten yang tidak berkomitmen. “Tidak kompak dengan 35 kabupaten kota yang lain,” ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Banyumas, Achmad Husein memutuskan untuk tidak mengikuti sepenuhnya surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkait program Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja.

“Kita nggak mungkin 100 persen seperti itu, kalau pasar tutup orang belanja ke mana? Maka kita hanya kendalikan,” kata Husein.

Menurutnya, program ini secara prinsip kemanfaatannya adalah untuk pemutusan penyebaran Covid-19. Namun, ia menginginkan perekonomian, terutama yang berskala kecil tidak menjadi korban.(topan pramukti)

Pos terkait