Nakes di Purbalingga Sesak Nafas Usai Divaksin, 69 Lainnya Alami Gejala Ini

  • Whatsapp
Tenaga kesehatan di Purbalingga, sedang melakukan vaksinasi di RSUD Panti Nugroho Purbalingga, Selasa (9/2/2021). HESTEK/Istimewa

PURBALINGGA, hestek.id – Satu orang tenaga kesehatan di Purbalingga, gagal disuntik vaksin Sinovac dosis kedua, karena mengalami KIPI atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi.

dr Jusi Febrianto, Kepala RSUD Panti Nugroho Purbalingga mengatakan, KIPI yang dialami tergolong aman karena hanya muncul gejala yang tidak terlalu berbahaya dan sekarang sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

Bacaan Lainnya

“Kita observasi, dalam tiga puluh menit pertama muncul gejala. Lemas, tensi ngedrop hampir pingsan, dan sesak napas. Cuma diinfus, tidak sampai rawat inap,” katanya.

Setelah di-screening yang bersangkutan tidak direkomendasikan untuk menerima vaksin dosis kedua.

Selain itu, ada dua orang lainnya yang seharusnya tertunda mendapatkan vaksin dosis kedua di Panti Nugroho lantaran mengalami tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah.

“Ada dua yang tekanan darah terlalu rendah dan terlalu tinggi. Diharapkan hari ketiga dan keempat, mereka bisa divaksin saat tensinya normal,” kata dr Jusi.

dr Jusi menambahakan, RSUD Panti Nugroho selalu mengawasi kejadian KIPI yang dialami tenaga kesehatan yang menerima vaksin Covid-19. Penerima vaksin diminta aktif melaporkan kesehatannya, usai menerima vaksin.

“Setiap imunisasi selalu kita monitor ketat, InsyaAllah antara resiko dan manfaatnya jauh lebih banyak manfaatnya,” ujarnya.

Saat ini total sudah 167 tenaga kesehatan di Purbalingga yang dilayani vaksin dosis kedua di Panti Nugroho.

“Pada hari pertama melayani 42 orang, 62 orang kita layani di hari kedua. Kemudian di hari ketiga 39 orang serta hari keempat ada 24 orang. Berarti sampe hari kedua seharusnya 104 orang yang sudah dapet vaksin dosis kedua, tapi yang satu KIPI dan yang dua orang tekanan darahnya tidak normal,” katanya.

Berdasarkan data pada Dinas Kesehatan Purbalingga, terdapat 69 kasus KIPI ringan dari 2.717 tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin dosis pertama.

“Alhamdulillah KIPI itu ringan atau tidak serius. Biasane mung pegel, agak demam, dan mengantuk. Tapi, kita jaga-jaga terus. Kalau ada yang agak berat atau sedang, ke rumah sakit saja sudah ada timnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM.

Hanung menyebutkan, setelah divaksin penerima tidak boleh langsung pergi dan harus menunggu sekitar 30 menit supaya terpantau apakah terdapat gejala KIPI berat atau tidak.

“Sudah ada alurnya, kalau merasakan gejala yang parah akan ada penanganan lebih lanjut,” ujarnya. (Varo)

Pos terkait