Ngaku Keturunan Majapahit, Mbah Bondan Cabuli Empat Belia di Kebumen

  • Whatsapp
Mbah Bondan (tengah berbaju tahanan, red). HESTEK.ID/istimewa

KEBUMEN, hestek.id – Sebuah kasus pencabulan terhadap gadis-gadis muda mencuat dari Kebumen. Kali ini, pemeran utama kasus tersebut adalah seorang pria berinisial MA (40), warga Kedaleman Kulon, Puring, Kebumen.

Ia mencabuli sejumlah gadis di bawah umur dengan iming-iming kekuatan lebih untuk para gadis tersebut. Empat remaja putri belia yang melapor mengisahkan cerita yang serupa.

Bacaan Lainnya

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Reskrim AKP Afiditya mengatakan, keempat gadis belia tersebut merupakan pasien pengobatan alternatif yang dijalankan MA. MA sendiri mengaku mampu mengobati bermacam penyakit karena dirinya merupakan titisan Mbah Bondan dan memiliki keturunan darah Majapahit.

“Sampai saat ini baru 4 korban yang sudah melaporkan. Mereka yang melaporkan adalah gadis yang masih di bawah umur,” kata Afiditya.

Tersangka melakukan aksi tak pantasnya sejak tahun 2017 di dalam kamar rumahnya di Desa Kedalemankulon. Korbannya adalah gadis yang ingin memiliki kekuatan agar memiliki prestasi lebih dalam dunia olahraga.

Kepada para korbannya yang kesemuanya adalah warga Kebumen, tersangka mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah yang ia dapatkan dari Kerajaan Majapahit. Namun karena, tak tahan dengan perlakuan cabul tersangka, salah satu korban akhirnya mau bercerita kepada keluarganya dan selanjutnya melaporkan ke Sat Reskrim Polres Kebumen.

Selanjutnya tersangka berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Kebumen pada hari Selasa (20/4) sekitar pukul 11.45 WIB, di rumah tersangka.

“Tersangka kita tangkap tanpa perlawanan di rumahnya,” jelas AKP Afiditya.

Kepada polisi, tersangka tetap mengaku sebagai adalah titisan Mbah Bondan yang memiliki 11 istri. Semua istrinya memiliki gelar dewi.

Jika akan melakukan ritual pengobatan ataupun pengisian kekuatan, korban yang masih gadis itu dijuluki Dewi dan seketika itu dianggap sebagai istrinya oleh tersangka. Korban yang merasa yakin, akhirnya pasrah kepada tersangka, termasuk saat dicabuli di kamar rumah tersangka.

Karena perbuatannya, kini tersangka dijerat dengan Pasal 82 (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak  Rp 5 Miliar Rupiah.(hestek.id)

Pos terkait