Perburuan Bunda Melon Bakal Terus Berlanjut Meski Kasi Pidsus Dimutasi

  • Whatsapp
Karikatur 'Bunda Melon' sosok yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual dalam kasus Bansos Melon. HESTEK.ID/istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Kasi Pidana Khusus Kejari Purwokerto, Nila Aldriani dikabarkan bakal berpindah tugas, namun hal tersebut dipastikan tidak akan mempengaruhi proses hukum kasus penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 M.

Saat berbincang dengan hestek.id, Nila menegaskan, meski dirinya berpindah tugas, perburuan Bunda Melon dan semua yang terlibat dalam kasus Bansos Melon akan terus berjalan. Sebab, setelah dirinya pindah, Purwokerto akan mendapatkan Kasi Pidsus baru yang pasti akan melanjutkan kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, meski sudah mendapatkan kabar terkait mutasi, jajarannya tetap menjalankan proses hukum.

“Kita masih mengembangkan alat bukti,” kata Nila.

Menurutnya, spekulasi memang bisa muncul. Namun, menegaskan, mutasi tidak berhubungan dengan proses kasus. Ia juga berharap kasus tersebut dapat selesai dalam waktu yang cepat.

“Nggak ada hubungannya dengan berita-berita yang beredar. Murni sudah waktunya pindah,” katanya, kemarin.

Sebelumnya diberitakan, kabar terkait mutasi Kasi Pidana Khusus Kejari Purwokerto, Nila Aldriani memunculkan bermacam spekulasi. Hal ini tak lepas dari posisi Nila yang tengah menangani kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 M.

Beberapa pihak memandang hal ini sebagai sebuah upaya melemahkan proses hukum yang tengah dijalani Kejari Banyumas. Khususnya, dalam mengungkap aktor intelektual kasus Bansos ‘Melon’.

Dikonfirmasi hestek.id, Nila langsung mengklarifikasi isu-isu miring yang berkaitan dengan rotasi tersebut. Menurutnya, perpindahan tugas di instansi tempatnya bekerja merupakan hal biasa yang tidak bisa dihubungkan dengan proses perburuan Bunda Melon.(anas masruri)

Pos terkait