Sekap dan Rantai Kaki Anaknya di Dapur, Pasutri Asal Purbalingga Ini Diusir Oleh Warga Kampung

  • Whatsapp
Kapolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Fannky Ani Sugiharto memberikan keterangan pers atas kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Senin (15/3/2021). HESTEK/Dok Humas Polres Purbalingga

PURBALINGGA, hestek.id – AA (30) dan WM (25), pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah diusir oleh warga dari rumahnya.

Warga geram karena pasutri tersebut tega menyekap dan merantai kaki putra semata wayangnya di dapur rupah saat mereka bekerja di Pasar Kota Purbalingga.

Bacaan Lainnya

Kapolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Fannky Ani Sugiharto mengatakan, peristiwa memilukan tersebut terungkap warga pada Sabtu (13/3/2021).

Saksi yang pertama kali mendapati MN (7) dirantai itu curiga saat mendengar suara rintihan tangis korban dari dalam dapur.

“Akibat viralnya video tersebut, keluarga ini ditolak tinggal di lingkungan dan harus pindah dari rumahnya yang sekarang,” kata Kapolres melalui keterangan tertulis, Senin (15/3/2021).


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Menanggapi reaksi warga tersebut, Fannky meminta kepada seluruh masyarakat untuk berfikir jernih.
Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan potongan video yang sudah terlanjur viral di media sosial.

“Dengan kejadian ini kita harus bisa berpikir positif dan bijak menyikapi sesuatu hal yang terjadi,” ucapnya.

Kepala Desa Kalimanah Kulon, Nur Cahyadi mengatakan, pasutri tersebut sudah menjadi warganya sejak tahun 2016. Keluarga kecil ini, kata Cahyadi, termasuk dalam kelompok ekonomi rentan.

“Kami sedang berupaya untuk mediasi dengan seluruh warga untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan saja sehingga tidak perlu ada penolakan, mengingat istrinya juga sedang hamil tiga bulan,” ungkapnnya. (Gilang Grahita)

Pos terkait