Warga Binaan Lapas Kelas II A Purwokerto, Mendadak Ganteng Dicukur ala Barbershop

  • Whatsapp
Ratusan warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Purwokerto, tampil lebih rapih dan ganteng usai dicukur anggota Serikat Pekerja Tata Rambut (SPTR) Banyumas, Senin (29/03/201).. HESTEK/Anas

PURWOKERTO, hestek.id – Ratusan warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Purwokerto, tampil lebih rapih dan ganteng usai dicukur anggota Serikat Pekerja Tata Rambut (SPTR) Banyumas, Senin (29/03/201).

Kegiatan cukur rambut ala barbershop itu, dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Satu per satu warga binaan dipotong rambutnya, dengan model rambut kekinian.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah aksi sosial yang kami namakan Extreme Ekperience. Sebagai tempat pertama, kami lakukan di Lapas Kelas II A Purwokerto. Selain mencukur rambut, diharapkan mereka juga tertarik mengikuti jejak profesi kami,” kata Ketua SPTR, Tengku Syahdan.

Menurutnya, keahlian potong rambut ini bisa dipelajari dengan mudah. Sehingga, jika ada warga binaan yang memiliki kemauan untuk belajar, mereka siap membantu dengan menggelar pelatihan di Lapas.

Usai di Lapas, aksi ini akan berlanjut menyasar tempat lainnya termasuk ke yayasan-yayasan sosial yang merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Semoga ini juga memberikan semangat kami (pekerja tata rambut, red) untuk terus memberikan manfaat dan hal positif lainnya,” katanya.

Kalapas Kelas II A Purwokerto, Sugito, menyambut baik aksi sosial bagi warga binaannya. Ia menginginkan, potong rambut massal ini bisa ditindaklanjuti lebih dengan adanya pelatihan dari SPTR untuk warga binaan.

“Ini kegiatan positif, terimakasih atas partisipasinya. Semoga ini bisa ditindaklanjuti dengan adanya pelatihan keterampilan potong rambut. Sehingga warga binaan punya keahlian ketika keluar dari lapas,” katanya.

Lapas Kelas II A Purwokerto, selalu memberikan pembinaan kemandirian dan kerohanian untuk 652 orang penghuninya.

Sejauh ini sudah ada sejumlah program kemandirian yang telah dilakukan. Seperti pembuatan sapu glagah, bimtek kewirausahaan reparasi AC, dan tengah direncanakan ada pelatihan budidaya lele, serta keterampilan las.

“Kami berharap terus ada sinergitas dengan berbagai pihak, untuk bisa menggelar program pengembangan ketrampilan warga binaaan,” katanya.

Warga binaan asal Jakarta, Firmansyah, sangat berterimakasih dan sekarang merasa lebih segar dan rapih.

“Ini baru pertama ada tukang cukur profesional yang merapikan rambut kami. Jadi lebih segar rasanya,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait