hestek.id - Star Wars: Galactic Racer akhirnya datang sebagai obat rindu bagi yang jatuh cinta pada adegan podracing di The Phantom Menace tahun 1999. Game ini tidak membawa lightsaber. Tidak membawa Skywalker. Justru itu kelebihannya. Fokus penuh ke kecepatan, suara mesin yang berderak, dan lintasan berbahaya yang memacu adrenalin sampai lupa berkedip.
Kotaku merilis ulasannya pada 2 Oktober 2026 lewat tulisan Zack Zwiezen. Kesan pertama langsung jelas. Judul garapan Fuse Games bersama Lucasfilm ini terasa sangat cepat dan berjalan sempurna. Baik pakai landspeeder, skimmer, speeder bike, atau podracer, semuanya melesat di kecepatan gila. Potong jalur lewat gua sempit butuh presisi. Sedikit salah, langsung crash dan hangus.

Premis Tanpa Lightsaber: Kisah Shade Melawan Kestar Bool
Latar waktu game ini ditempatkan setelah Return of the Jedi, kira-kira era The Force Awakens, sebelum First Order bikin kekacauan. Ceritanya tidak berusaha nyambung ke kanon besar. Kamu bermain sebagai Shade, karakter baru yang masuk ke Galactic League lewat sedikit tipu muslihat. Tujuannya mengalahkan juara bertahan yang menyebalkan.
Juara itu bernama Kestar Bool. Sosoknya digambarkan sebagai bajingan sombong dari keluarga alien kaya yang pernah menginvasi dan menguasai planet asal Shade. Motivasi Shade personal. Ia ingin menendang Bool keluar dari liga sebelum sang tiran mengambil alih kompetisi. Premis sederhana, tapi efektif untuk mendorong balapan demi balapan.
Gameplay: Ngebut Di Atas 4 Jenis Kendaraan Berbeda
Kekuatan utama Galactic Racer ada di rasa berkendaranya. Game ini paham betul cara membuat kecepatan terasa menakutkan sekaligus memuaskan. Lintasan di Tatooine dan Ando Prime dirancang dengan tikungan tajam, jalan pintas licik, serta bahaya seperti asam dan lava. Salah perhitungan sedikit, kamu bisa menabrak dinding batu dan kehilangan posisi.
Landspeeder, Skimmer, Speeder Bike, Dan Podracer
Empat tipe kendaraan punya karakter yang benar-benar berbeda. Landspeeder jago drift tapi butuh waktu untuk mencapai top speed. Skimmer memakai sirip yang bisa bergerak, jadi beloknya super rapat dan hampir tidak pernah melambat. Speeder bike menawarkan akselerasi brutal dalam semburan pendek, tapi minim proteksi saat diseruduk lawan. Podracer? Itu monster. Paling cepat di game, tapi terasa seperti mau meledak kapan saja. Pilihan ini bikin pemain yang cari konsol terbaik 2026 untuk memainkan game balap arcade punya alasan kuat melirik versi PS5 Pro yang jadi platform ulasan utama.
Sistem Turbo Dan Ramjet Yang Bikin Jantung Copot
Boosting jadi seni tersendiri. Ada tombol turbo standar yang menguras meter. Lalu ada Ramjet, semacam super-boost yang jauh lebih kencang. Kalau salah pakai, kendaraanmu benar-benar bisa meledak. Uniknya, kamu tetap bisa menang meski melintasi garis finis dalam keadaan meledak. Mengelola dua boost ini sambil mengatur shield dan menghindari tabrakan adalah inti keseruan yang bikin tangan berkeringat.
Campaign Roguelike: Tiap Crash Ada Konsekuensi
Mode utama mengusung sistem roguelike progression. Tiap musim dimulai dengan kendaraan ampas, lalu kamu upgrade pelan-pelan lewat kemenangan di berbagai planet. Kalau terlalu sering crash atau kalah di balapan kunci, musim berakhir. Kamu harus mulai lagi dari nol dengan kendaraan baru dan rangkaian event acak yang berbeda. Rasa tegangnya nyata.
Setiap tabrakan menumpuk menuju kegagalan. Nabrak tembok atau lawan dengan kecepatan tinggi bisa merusak part dan memicu efek status negatif, misalnya speeder jadi miring ke satu arah terus. Sumber daya untuk memperbaiki terbatas. Jadi balapan bukan cuma soal cepat, tapi soal menjaga kendaraan tetap utuh sampai akhir musim.
QTE Perbaikan Dan Efek Kerusakan
Saat part rusak, muncul mini-game QTE cepat untuk mencegah efek buruk. Berhasil menekan tombol dengan timing pas, rasanya seperti jadi Anakin Skywalker yang membetulkan podracer sambil melaju. Gagal? Siap-siap bawa penalti ke balapan berikutnya. Mekanik kecil ini menambah lapisan drama yang jarang ada di game balap lain.
Sponsor Hutt Dan Rivalitas Panas
Sepanjang campaign kamu bisa membuka banyak part, shield, booster, dan akhirnya memilih sponsor. Contohnya gangster Hutt yang cinta balapan. Dia kasih upgrade ekstra dan resource kalau kamu terus menang dan menyelesaikan tantangan di trek. Kalah melulu? Dia bakal cabut. Di luar itu, kamu juga membangun rivalitas dengan pembalap NPC yang menyebalkan. Rivalitas ini bisa berujung duel satu lawan satu. Pinter main kartu, kamu bahkan bisa merangkul mereka untuk melawan Kestar Bool di akhir cerita.
Segmen Jalan Kaki Dan Presentasi Visual
Bagian yang agak loyo adalah segmen on-foot. Di luar trek, kamu berjalan di area hub untuk ngobrol dengan karakter. Sayangnya bagian ini terasa repetitif, animasi dan percakapan yang itu-itu saja di setiap planet. Satu hal yang menyelamatkan adalah kehadiran Sebulba. Kamu bisa ngobrol dengannya dan bahkan merasakan kembali balapan legendaris yang pernah ia menangi dulu. Lumayan jadi fan service.
Soal visual, ini salah satu game Star Wars dengan tampilan paling keren. Semua terasa grimy dan clunky khas semesta Star Wars. Detail mesin kotor, bekas las, dan debu lintasan terlihat jelas. Saat ngebut, blur tetap tajam, tidak ada framerate drop yang mengganggu di PS5 Pro. Desain suara juga impeccable. Boost speeder menghasilkan suara klasik Bwwwooooom, podracer punya raungan jet aneh yang bikin kamu tanpa sadar ikut menirukannya.
Mode Arcade, Scenario, Dan Multiplayer
Di luar campaign, kontennya melimpah. Ada belasan Scenario yang berfungsi sebagai mini-season. Di sini kamu bermain sebagai karakter lain, yaitu pembalap NPC dari cerita utama, dan membuka upgrade permanen serta kosmetik untuk dipakai di campaign. Mode ini bisa terus dimainkan bahkan setelah tamat.
Lalu ada daftar panjang arcade races berisi time trial dan event lain di semua trek dan planet. Ada papan peringkat teman, jadi kamu bisa adu waktu di trek legendaris Boonta Eve Classic dari Episode One. Di mode arcade inilah sebagian besar konten podracing tinggal. Di campaign utama, porsi podracer memang kecil, sengaja dipisah karena kecepatannya terlalu ekstrem sampai bisa bikin disorientasi. Opsi kamera di antara dua mesin besar podracer bikin intensitas naik dua kali lipat. Buat kamu yang suka eksplorasi genre lain, daftar game petualangan multiplayer terbaru juga bisa jadi selingan setelah puas ngebut di galaksi.
Multiplayer menawarkan balapan tunggal pakai speeder dan skimmer, plus podracing. Ada juga musim ala campaign dengan mekanik roguelike yang sama, tapi rivalnya adalah pemain asli. Selama periode review, akses multiplayer masih terbatas, jadi belum bisa menilai meta dan komunitas jangka panjang. Untungnya, konten single-player sudah sangat substansial.
Spesifikasi, Durasi, Dan Skor Akhir
| Aspek | Detail Game | Catatan Review |
|---|---|---|
| Developer | Fuse Games / Lucasfilm | 19 jam playtime |
| Platform | PS5 Pro, Xbox Series X/S, PC | Rilis 6 Okt 2026 |
| Genre | Arcade racing roguelike + multiplayer | 6-9 jam campaign |
| Kelebihan | Visual, suara, kecepatan, roguelike | On-foot kurang |
Back-of-the-box quote versi Kotaku pas banget: A long, long time ago, in a galaxy far away...I did a sick drift and hit a ramp. Kalimat itu merangkum vibe game ini. Arcade murni, cepat, keras, dan penuh gaya. Disliked utamanya cuma segmen jalan kaki yang hambar dan porsi podracing di campaign yang minim. Selebihnya, ini salah satu game Star Wars paling menyenangkan dalam beberapa tahun terakhir.
Kalau ditanya apakah layak beli, jawabannya ya. Terutama jika kamu kangen sensasi balap Star Wars yang tidak dibebani cerita Jedi. Game ini berhasil di tikungan, di lintasan lurus, dan di semua elemen penting balapan. Ngebut di sini terasa memuaskan, menabrak lawan sampai slow-motion juga satisfying.
Update terus berita game, ulasan jujur, dan rekomendasi rilis terbaru hanya di hestek.id. Kami sajikan info cepat, akurat, dan anti basi biar kamu tidak ketinggalan meta terbaru di dunia gaming.
Sumber Referensi Utama: kotaku.com