hestek.id - Siswa SMA 4 Purwokerto Dirukyah Online menjadi catatan menarik dalam sejarah pendidikan Banyumas di masa pandemi Covid-19. Pada Senin, 1 Februari 2021, SMAN 4 Purwokerto menggelar istighosah dan doa bersama yang dirangkai dengan terapi spiritual secara virtual. Langkah ini diambil bukan karena sensasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kestabilan emosi peserta didik kelas akhir yang akan menghadapi evaluasi penentu masa depan. Di tengah layar Zoom, ratusan remaja menunduk khusyuk.
Tradisi Tahunan Yang Berubah Wajah Karena Pandemi
Sejak lama, sekolah di wilayah Purwokerto Timur ini memiliki agenda rutin tahunan berupa doa bersama jelang ujian akhir. Biasanya, siswa kelas 12 berkumpul di aula atau masjid sekolah, dipimpin langsung oleh guru agama dan pembina Rohis. Tahun 2021, semua harus berubah. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan kekhawatiran penularan virus membuat tatap muka dilarang total. Inovasi pun lahir dari keterbatasan.

Pembina Rohani Islam, Dudiyono, menjadi motor utama kegiatan tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebut pelaksanaan melalui Zoom Meeting diikuti antusias oleh wali kelas dan siswa. Pilihan platform ini dianggap paling stabil untuk menampung ratusan partisipan. Dari sisi redaksi, keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan adaptif, di mana nilai religius tetap dijaga tanpa melanggar protokol kesehatan yang ketat pada masa itu.
Mekanisme Unik: Air Putih, Hajat Personal, Dan Doa Kolektif
Yang membuat momen ini berbeda adalah instruksinya yang sangat personal. Setiap peserta diminta menyiapkan segelas air putih atau botol minum di meja belajar masing-masing. Saat doa dipanjatkan, mereka diminta memegang wadah tersebut, menyebutkan hajat dalam hati, lalu meminumnya setelah rangkaian istighosah selesai. Secara tradisi Islam, air yang telah dibacakan doa diyakini membawa keberkahan sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin.
Bagi remaja usia 17-18 tahun yang akan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNMPTN dan SBMPTN, beban psikologis tidak ringan. Belajar daring selama berbulan-bulan menimbulkan kelelahan digital, ditambah ketidakpastian jadwal ujian. Ritual kolektif seperti ini memberikan efek anchoring, rasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Hal ini sejalan dengan pentingnya literasi digital citizenship yang menekankan empati dan dukungan sosial di ruang online, bukan sekadar kecakapan teknis.

Potret Pendidikan Banyumas Di Awal 2021
Februari 2021 adalah masa krusial. Banyumas masih berada dalam zona rawan, angka keterisian rumah sakit tinggi. Bahkan kasus nakes tertular masih muncul meski program vaksinasi tahap awal sudah jalan, seperti yang tercatat dalam laporan vaksinasi di RSUD Banyumas. Dinas Pendidikan memutuskan pembelajaran tatap muka ditunda lagi. Sekolah harus kreatif menjaga motivasi siswa agar tidak mengalami learning loss berkepanjangan, terutama untuk angkatan yang akan lulus.
SMAN 4 Purwokerto mengambil jalur pembinaan karakter. Melalui Rohis, mereka menghidupkan kembali pendekatan spiritual humanis yang sering terlupakan saat fokus hanya pada target kurikulum. Guru tidak hanya memberi materi, tapi juga menjadi pendengar. Istighosah virtual menjadi ruang aman, tempat siswa bisa meluapkan kecemasan tanpa takut dinilai lemah. Dari perspektif jurnalistik pendidikan, ini adalah contoh bagaimana sekolah negeri bisa tetap relevan secara emosional.
Ruqyah Virtual: Inovasi Dakwah Atau Sekadar Adaptasi Sesaat
Di Indonesia, tren ruqyah daring memang sempat naik daun selama pandemi. Banyak praktisi membuka layanan konsultasi via video call. Yang dilakukan komunitas pelajar di Purwokerto ini sedikit berbeda, karena tidak berfokus pada penyembuhan gangguan non-medis, melainkan penguatan mental kolektif. Secara terminologi, istilah ruqyah di sini lebih dekat pada doa perlindungan dan ketenangan, bukan eksorsisme seperti yang sering disalahpahami publik.
Pengamat pendidikan menilai, model seperti ini sah secara syariat selama tidak mengandung unsur syirik dan tetap mengedepankan ikhtiar rasional berupa belajar tekun. Psikolog pendidikan menambahkan, doa bersama mampu memicu efek plasebo positif, meningkatkan hormon oksitosin karena rasa kebersamaan. Kritik yang muncul biasanya soal efektivitas, apakah doa lewat layar sama khidmatnya dengan tatap muka. Jawabannya tergantung niat dan fasilitasi, bukan medianya.

Pesan Dudiyono Tentang Dunia Nyata Setelah Kelulusan
Dudiyono menutup kegiatan dengan pesan yang cukup dalam. Ia mengingatkan agar lulusan baru selalu memohon kemudahan kepada Allah, karena setelah ijazah diterima, kehidupan sesungguhnya baru dimulai. Dunia kampus, dunia kerja, dunia kompetisi global, semua menanti dengan tantangan yang jauh lebih kompleks dari soal ujian. Pesan ini terasa personal, karena disampaikan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi.
Kala itu, rangkaian evaluasi yang harus dilalui kelas 12 sangat padat. Ada ujian sekolah berbasis daring, penilaian rapor untuk SNMPTN, serta persiapan UTBK untuk SBMPTN. Semua digelar dalam waktu berdekatan, dengan akses bimbingan terbatas. Tidak heran banyak siswa mengalami kecemasan berlebih. Doa bersama menjadi jeda, momen untuk menarik napas dan mengingat bahwa usaha manusia selalu berdampingan dengan doa.
Dampak Jangka Panjang Terhadap Ketahanan Mental Pelajar
Dari kacamata redaksi hestek.id yang kerap meliput isu pendidikan, inisiatif spiritual virtual ini memberi dampak psikologis jangka panjang. Sekolah yang berani mengakui bahwa siswa butuh dukungan batin, bukan hanya tambahan jam pelajaran, cenderung memiliki tingkat ketahanan mental yang lebih baik. Ritual sederhana dengan air putih itu menjadi simbol, bahwa harapan bisa diciptakan dari hal kecil, dari rumah masing-masing, tetap terhubung.
Ke depan, format hybrid kemungkinan besar akan bertahan. Bahkan setelah pandemi usai, kombinasi tatap muka dan daring untuk kegiatan kerohanian bisa menjadi solusi bagi siswa yang berhalangan hadir. Sekolah lain di Banyumas dan Cilacap mulai mengadopsi pola serupa, beberapa menambahkan sesi curhat online setelah istighosah. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir karena keterpaksaan bisa menjadi warisan positif, jika dikelola dengan niat baik dan evaluasi berkelanjutan.
Kalau kamu ingin mendapatkan cerita pendidikan yang tidak sekadar menyalin siaran pers, analisis mendalam tentang dunia sekolah, teknologi, dan isu lokal Banyumas, terus pantau portal berita hestek.id. Kami sajikan laporan yang ditulis dari pengalaman lapangan, dengan sudut pandang segar setiap hari, agar kamu tidak ketinggalan informasi penting yang dekat dengan kehidupan.